07 Juli 2009

Sketsa Rasa

"Tahta"
Harris Cinnamon

Singgasana kekuasaan,
kursi kepemimpinan,
empuk, berkilauan...

saat ini, mereka yang dahaga itu tahta
untuk mendudukinya perlu daya upaya
janji baik dan juga tipudaya,
pahit racun dan juga madu bunga...

kita yang melihatnya dari kejauhan
bingung, gundah gulana untuk menentukan...

memilih, takut salah pilih...
diam, kehilangan suara...

baigama?

Ya, Allah, ke dalam tanganMu...
kuserahkan ketentuanku dengan ketentuanMu...

Sehari menjelang Pilpres Indinesia,
7 Juli 2009,
pukul 19:00 WIB

03 Juli 2009

Puisi

Patah
Harris Cinnamon

berjalanlah diri sampai kepada sepi
ada yang terasa patah di dalam:
kita tak lagi bersama.

memang benar katamu dulu:
"berlabuh di dermaga selepasan rindu,
cinta ternyata jarak samar semata."

Lebih Jelas....Wajah Pemilik Site..

Lebih Jelas....Wajah Pemilik Site..
Menatap langit, menguak cakrawala, menyentuh cinta dengan sajadah jiwa

Boleh Dong Numpang Mejeng....

Boleh Dong Numpang  Mejeng....
Mencoba menatap masa depan sebisanya, sesapanya...

Mejeng lagi tuh...duh ampun...

Mejeng lagi tuh...duh ampun...
Ah....kayaknya cukup keren jugalah...

Gadis Aceh

Gadis Aceh
Aku mengenal gadis ini dengan nama Ayu. Nama lengkapnya belum tahu. Tapi menurutku namanaya kurang mencerminkan etnik Aceh, padahal wajahnya sangat pribumi (khas wajah-wajah gadis Aceh). Wajahnya mengingatkan aku pada sosok Tjut Nyak Dhien. Tapi tentu dalam bayanganku, adalah saat Tjut Nyak Dhien masih belia. Selain itu, aku juga jadi terbayang pada para pemeran wanita film Ayat-Ayat Cinta. Menurutku, Ayu sangat pas untuk memerankan salah satu tokoh gadis dalam film garapan Hanung Bramantyo itu. Aku punya saran, kalau nanti ada yang akan membesut film religi Islam, sebaiknya mengikutkan Ayu untuk jadi salah satu pemerannya. Kalau tidak ada, aku sendiri pun berniat untuk mengorbitkannya menjadi salah seorang seleberitis Indonesia dengan wajah kedaerahan Aceh yang kental.