Kadang dalam moment tertentu ada peristiwa lucu, unik atau surprise. Kadang aku tak ingin melewatkan kesempatan itu, aku abadikan atau aku rekam, karena memang di dalam tas kecilku selalu aku siapkan kamaera. video usil, nakal, iseng, penuh candaan, tapi mudah-mudahan konstruktif dan ada nilai inspratif positif di dalamnya, sekalipun itu bentuknya implisit, makna tersembunyi. Tapi kadang juga sekali waktu dibuat terang nyata.Nah, dalam video ini, ditampilkan moment yang sangat unik, yang langsung aku rekam, dan sedikit diberi sentuhan kreativitas di dalamnya.
"Sajadah Jiwa" adalah sebuah metafora atau ungkapan puitis yang menggambarkan sajadah bukan sekadar sebagai alas fisik untuk shalat, melainkan sebagai tempat sujud batin, sarana penenangan jiwa, dan ruang komunikasi terdalam antara manusia dengan Allah, tuhan saya. Dan saya membentangkan segala yang ada, disujudkan dengan sepenuh jiwa dan dengan kekhusyukan yang sempurna, dari dan kepada-Nya melalui semesta.
19 Desember 2020
10 Desember 2020
ENGKAU SEGALANYA, IBU
Harris Cinnamon
Ibu,
Engkau adalah matahari
Semangat dalam perjuangan hidup ini
Engkau adalah bintang rembulan
Terangi segenap cita dan harapan
Tak pernah lelah…
Ibu,
Engkau adalah sawah ladang
Tempat jiwaku tumbuh subur gemilang
Engkau lautan sejuta doa
Bentengi diriku sekuat daya
Setulus-tulusnya
Airmatamu bangunku istana
Belai tanganmu busur panah kencana
melesatkanku ke jalan cahaya,
jalan terindah
di seluruh penjuru dunia
bahkan di penghujung akhir masa
Hmmm ibu,
Engkau bukan sekadar ribuan kilo jalan yang kautempuh
Bukan sekedar syurga di bawah telapak kakimu
Bukan hanya muara kasih bunda
Bahkan diammu pun adalah cinta
Engkau adalah segalanya
Ibu, ibu, ibu...
10/12/2020
04 Januari 2019
Ya Rasul
YA RASUL
Bibirmu bergetar lirih
"Ummati...ummati...ummati..."
Kemudian engkau pun pergi.
Jauh sekali.
Bibirmu berkata pasti.
"Ummati...ummati...ummati..."
Tanda cintamu pada kami.
Cinta sejati.
Kini, dikejauhanmu,
adakah yang merasakan kau dekat di hati?
Kini, pada cintamu,
adakah yang merasakan merasuk ke hati?
Ya Rasulallah!
Allah saja bershalawat padamu.
Malaikat pun bershalawat padamu
Semua bershalawat padamu
Ya Habiballah!
Pantaskah kami tak memujamu?
Tegakah kami harus melupakanmu?
Dekap kami dengan syafaatmu
Bibir kami bergetar kini.
"Ya rasul...ya habib...ya nabi"
Bukti kami rindu padamu
Cinta padamu."
Allahumma shalli ala Muhammad
wa ala ali Muhammad.
1 Rabiul Awal 1435 H
Pondok Gede
23:00 WIB
03 Januari 2019
Tak Ingin Terpisah DariMu
aku mendengar suaraMu
aku bersimpuh di sajadah awan
kelembutan yang menentramkan
sambut dzikirku ya Allah
tepiskan kehinaanku di sini
aku ingin Engkau saja bersemayam di hati
membangkitkanku dari kematian iman
menuju betapa indahnya hidup dalam ketaatan
terima dzkirku ya Allah
aku tak ingin terpisah dariMu
dari keindahan cintaMu
dari ketulusan kasih sayangMu
peluklah aku, selagi aku masih terus berdzikir kepadaMu
kuncilah gerbang langit, agar ku tak terjatuh lagi
di sini abadi...di sorgaMu ya Robbi
Januari 3, 2012
Pondok Gede
30 Desember 2018
Kesabaran
menebar spora jutaan kali
barulah menghijau rata bagaikan permadani
30/12/2018
26 Desember 2018
Antara ajal nyinyir dan zikir
Ajal datang setelah nyinyir,
Naudzubillah.
Kematian datang kala zikir,
Itu indah.
Jkt, 26/12/2018
18 September 2014
Puisi
Harris Cinnamon
INGIN SEPERTI BATU DAN LUMUT
menyentuh bibir tebing,
aku mendengar batu bicara
lumut bicara
sungguh, pitutur yang berpadu
dari jiwa yang keras dan lembut
seperti diam tapi berkata-kata
berkata-kata tapi tak bersuara
tenang
aku merinding
aku ingin seperti itu
aku ingin berlajar banyak darinya
2014
04 Maret 2014
Puisi
BELAJAR PADA BATU (2)
Belajarlah pada batu!
Kerasnya keras ketenangan.
bukan pembangkang.
beribu bentuk, berjuta warna.
itulah denyut keberagaman
yang menyatukan kehidupan.
Batu gunung. Batu kali.
Batu koral. Batu pasir. Batu bata.
Semuanya.
Diaduk, ditata, pasrah.
Mendukung tercipta keindahan
dengan fondasi yang gagah.
Berdirilah rumah.
Berdirilah istana.
Berdirilah....
naungan raga, naungan jiwa,
naungan cinta.
Berharap selalu diberkahi Allah.
Bambu Apus, 4 Maret 2014.
14:50 WIB.
Lirik Lagu
Jika kita memberi penuh keikhlasan
kepada sesama yang memang membutuhkan
Allah 'kan membalasnya
dari arah yang tak terduga
dan melebihi dari yang kita kira
itu namanya nikmatnya sedekah.
Puisi
AIR DAN AIRMATA
Kau bilang hujan.
Aku mengatakan gerimis.
Kau ucap kesedihan.
Aku sesenggukan menangis.
Seolah berbeda.
Padahal sesungguhnya sama.
Yang satu tercurah dari langit turun ke bumi.
Yang satunya lagi meleleh dari mata luapan hati.
Sebabkan basah dalam kehidupan cinta kita,
ialah air dan airmata.
Pondok Gede, 2 Maret 2014
12:04 WIB
03 Maret 2014
Renungan
Film CRISTINE, Bukan sekedar "Tidak Seperti yang kamu Lihat", tapi juga merupakan sampan dengan dayung yang patah. Sampan tersebu...
-
Film CRISTINE, Bukan sekedar "Tidak Seperti yang kamu Lihat", tapi juga merupakan sampan dengan dayung yang patah. Sampan tersebu...