Hendaklah mereka memberi maaf dan melapangkan dada, tidakkah kamu ingin diampuni oleh Allah?” (QS An-Nuur [24]: 22).
Balasan dari kejahatan adalah kejahatan setimpal, tetapi siapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka ganjarannya ditanggung oleh Allah (QS Al-Syûrâ [42]: 40).
Apabila kamu memaafkan, melapangkan dada serta melindungi, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS Al-Taqhâbun [64]: 14),
Maafkanlah mereka dan lapangkan dada, sesungguhnya Allah senang kepada orang-orang yang berbuat kebajikan (terhadap yang melakukan kesalahan kepadanya) (QS Al-Ma‘idah [5]: 13).
Kami sekeluarga, mohon maaf yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya, jika selama ini barangkali kami pernah berbuat khilaf dan salah, dan semoga Allah Swt. memberikan balasan berupa rahmat yang tak terhingga.
"Sajadah Jiwa" adalah sebuah metafora atau ungkapan puitis yang menggambarkan sajadah bukan sekadar sebagai alas fisik untuk shalat, melainkan sebagai tempat sujud batin, sarana penenangan jiwa, dan ruang komunikasi terdalam antara manusia dengan Allah, tuhan saya. Dan saya membentangkan segala yang ada, disujudkan dengan sepenuh jiwa dan dengan kekhusyukan yang sempurna, dari dan kepada-Nya melalui semesta.
29 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Film CRISTINE, Bukan sekedar "Tidak Seperti yang kamu Lihat", tapi juga merupakan sampan dengan dayung yang patah. Sampan tersebu...
-
Harris Cinnamon INGIN SEPERTI BATU DAN LUMUT menyentuh bibir tebing, aku mendengar batu bicara lumut bicara sungguh, pitutur yang b...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar