15 Januari 2014

Puisi

Harris Cinnamon
NYANYIAN KENIKMATAN

mudah bagi Tuhan merubah keadaan
itu aku rasakan

saat pagi
disejukkan matahari
saat malam
dihangatkan rembulan

aku dipeluk langit
aku didekap awan
aku dibelai angin
dicumbu bintang-bintang

aku mensyukuri semua kenikmatan
lalu aku bagikan

maka api
menyejukkan matahari
maka air
menghangatkan rembulan

15 Januari 2014
17:14
Masjid An Nida
MNCTV



14 Januari 2014

Puisi

Harris Cinnamon
KACAMATA

Kacatamata mengingatkanku 

untuk berkaca pada mata,
"Dia sudah kau bawa bertahun 

sampai rabun.
Untuk melihat apa sajakah dia?"

Mataku memintaku 

mengenakan kacatamata,
agar dapat melihat mata jiwa. 

"Di sana tempat segala. 
Segala yang pernah dilihat mata.
Bahkan kemurnian kasih sayang Allah."

Berkacalah!

14/1/14

19:55
Pondok Gede

13 Januari 2014

Puisi

Harris Cinnamon
ELEGI JANUARI 2014

Jakarta gelisah
Katulampa tertawa
Ketika kaki-kaki hujan berlarian di kali dan di tanah
Cimanggis, Depok, Cilangkap, Molek, Ciliwung pasrah
Kampung Pulo, Kampung Melayu, Matraman, Bidara Cina,
Kelapa Gading, Grogol, Kedoya rebah
Air meluap, membuncah
Pertanda musibah
ataukah berkah?

Coba kita cari jawabnya pada surat cinta Allah
yang mungkin enggan kita baca
karena tidak ada tandatanganNya.

12 Januari 2014
Molek, Pondok Gede
21:45


11 Januari 2014

Puisi

Harris Cinnamon
TIGA POTONG PISANG GORENG
SECANGKIR KOPI HANGAT
DI PENGHUJUNG JUMAT

tiga potong pisang goreng
secangkir kopi hangat
di penghujung jumat

"Itu sangat nikmat,"
ucap tiga ekor burung gereja
yang bertengger di ranting pohon angsana
di pojok mushala tua

tiga potong pisang goreng
secangkir kopi hangat
itu adalah rahmat

"Bersyukurlah pada Allah, Sang pemberi nikmat, pemberi rahmat"
ucap tiga ekor burung gereja
saat senja datang, mentari tenggelam
dan mushala tua bersimbah cahaya bulan

"Nikmat, rahmat, syukur,
jangan dipisahkan,"
tausyiah ustadz di mushala tua.
"Seperti tiga potong pisang goreng
dengan secangkir kopi hangat,"
sambung tiga burung gereja di ranting angsana.

"Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebutnya".

Jumat, 10 Januari 2014
16:30
Karawaci



10 Januari 2014

Puisi

Harris Cinnamon
ENERGI SINERGI IBADAH

Embun telah menyampaikan salam sejuk 

kepada tanah, kepada daun
Tanah dan daun lalu bershalawat bersama angin
Angin menyenandungkan tilawah quran 

dari orang-orang beriman
Orang-orang beriman mengucap syukur 

dengang shalat, sabar, sedekah, dan zikrullah 
kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
di mana pun berada.

Allah Azza Wa Jalla pasti tersenyum gembira 
melihat energi ibadah maklukNya,
yang tak henti dan saling bersinergi, 

saling berbagi.

Allah berkata pasti,
"SyurgaKu menanti."

10 Januari 2014

Jumat
11:35
Masjid An Nida

08 Januari 2014

Puisi

Harris Cinnamon
KOPI PERUBAHAN

hitam dan pahit,
kopi bisa dicoklatkan
bisa dimaniskan

: berubah!

8 Januari 2014
23:32
Pondok Gede

Puisi

Harris Cinnamon
KEIKHLASAN GULA

Kau tak akan memukan butirannya

jika ia telah larut dalam air.
Hanya kau akan tahu lewat rasanya: manis.
 

Jadi, belajarlah ilmu ikhlas pada gula. 
Dia mampu memberikan rasa manis, 
tapi tak menampakkan dirinya.

Jakarta
7 Januari 2014
15:10

07 Januari 2014

Puisi

Harris Cinnamon
LUMUT

embun dan air terjun
tak mampu menggerusmu
batu pun
tak mau menghalaumu

semua cinta kelembutanmu
hijaumu
spora-sporamu

bidadari termangu menatapmu
lalu berkata: i love you!

15 September 2013
16:00
Air terjun Bidadari,
bojongkoneng, sentul

Puisi

Harris Cinnamon
KEMARAU 2013

matahari mengatakan terik
terik meneriakkan tandus
tandus mengendus tanah
tanah mengucap debu
debu memanggil kemarau
kemarau dipeluk bulan
bulan sembunyi terlalu lama
lama sekali awan menyimpan hujan
hujan dirindukan daun
daun diimpikan batang
batang menyapa akar
akar mencari air

datanglah!
datanglah !
datanglah basah!

Juli 2013
13:13
Pondok Gede






Puisi

Harris Cinnamon
SUDAHLAH

Sudahlah, daunpun mengerti bahasa angin
Kenapa mempertanyakan badai?

Sementara tanah juga faham rasa damai
Kenapa membongkar gunung, membuncahkan magma?

Sudahlah, biarkan segala berjalan sesuai titah
Terindah, sujudi kodrat dengan taqwa

7 Januari 2014
10:30
Kiara Condong, Bandung

06 Januari 2014

Puisi

Harris Cinnamon
APAKAH?

apakah akar harus menunggu daun luruh
untuk mendengarkan pohon berterima kasih
setelah dijalarkan sari patih tanah
kepada kambium dan kulitnya?

apakah buah atau madu juga harus menunggu kelopak bunga layu
untuk mendengarkan lelawa, tupai, lebah dan manusia berterima kasih
setelah menyantapnya?

ucapkanlah kata indah itu, jauh sebelum segalanya
ucapkanlah dengan ikhlas kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala

6 Januari 2014
Pondok Gede, suatu sore
15:45

04 Januari 2014

Puisi/Lirik Lagu Cinnamon

Harris Cinnamon
YA RASUL

Bibirmu bergetar lirih.
"Ummati...ummati...ummati..."
Kemudian engkau pun pergi.
Jauh sekali.

Bibirmu berkata pasti.
"Ummati...ummati...ummati..."
Tanda cintamu pada kami.
Cinta sejati.

Kini, dikejauhanmu,
adakah yang merasakan kau dekat di hati?
Kini, pada cintamu,
adakah yang merasakannya masuk ke hati?

Ya Rasulullah!
Allah saja bershalawat padamu.
Malaikat pun bershalawat padamu
Ya Habiballah!
Pantaskah kami tak memujamu?
Tegakah kami harus melupakanmu?

Bergetar bibir kami.
"Ya rasul...ya habib...ya nabi
Kami rindu padamu
Kami cintamu."

Allahumma shali ala Muhammad
wa ala ali Muhammad.

1 Rabiul Awal 1435 H
Pondok Gede
23:00 WIB




01 Januari 2014

Renungan

Pernakah engkau mendengarkan apa yang engkau dengar?
Pernahkah engkau melihat apa yang engkau lihat?

Dalam sebuah percakapan, perbincangan, bisa dipastikan kita dapat mendengar apa yang diutarakan pembicara pada kita, bahkan kita juga bisa melihat dengan seksama wajah dan juga gerak bibirnya. Tapi apakah dengan begitu sudah bisa dipastikan kita telah MENDENGAR dan MELIHAT-nya? Ou, belum tentu. Secara lahiriah, telinga kita memang mendengar apa yang dikatakannya dan mata mata kita dapat melihat dia yang bicara pada kita. Namun secara batiniah? Hai, belum tentu batin kita mendengar dan melihatnya.

Baru bisa dibilang MENDENGAR dan MELIHAT, jika kita merasakan getaran-getaran pesan-pesan Allah melalui dari apa yang dikatakannya, dan merasakan kilatan-kilatan kasih Allah melalui wajah dan gerak bibirnya. Dengan demikian juga kita bisa menangkap langsung, secara mendalam, apakah itu mengandung unsur kebaikan atau kejahatan; signalnya, informasinya jernih datang dari Allah langsung pula pada kita, melalui benar-benar MENDENGAR dan MELIHAT itu tadi dari -- istilah umum kita -- mata batin.

Zikir Nasyid (Subhanallah walhamdulillah...) - Navaz - Harris Cinnamon ...

Sampaikan Walau Satu Ayat - Harris Cinnamon.flv

"Al Quran" INDONESIA MENGHAFAL. Vocalis: Harris Cinnamon. wmv

Lebih Jelas....Wajah Pemilik Site..

Lebih Jelas....Wajah Pemilik Site..
Menatap langit, menguak cakrawala, menyentuh cinta dengan sajadah jiwa

Boleh Dong Numpang Mejeng....

Boleh Dong Numpang  Mejeng....
Mencoba menatap masa depan sebisanya, sesapanya...

Mejeng lagi tuh...duh ampun...

Mejeng lagi tuh...duh ampun...
Ah....kayaknya cukup keren jugalah...

Gadis Aceh

Gadis Aceh
Aku mengenal gadis ini dengan nama Ayu. Nama lengkapnya belum tahu. Tapi menurutku namanaya kurang mencerminkan etnik Aceh, padahal wajahnya sangat pribumi (khas wajah-wajah gadis Aceh). Wajahnya mengingatkan aku pada sosok Tjut Nyak Dhien. Tapi tentu dalam bayanganku, adalah saat Tjut Nyak Dhien masih belia. Selain itu, aku juga jadi terbayang pada para pemeran wanita film Ayat-Ayat Cinta. Menurutku, Ayu sangat pas untuk memerankan salah satu tokoh gadis dalam film garapan Hanung Bramantyo itu. Aku punya saran, kalau nanti ada yang akan membesut film religi Islam, sebaiknya mengikutkan Ayu untuk jadi salah satu pemerannya. Kalau tidak ada, aku sendiri pun berniat untuk mengorbitkannya menjadi salah seorang seleberitis Indonesia dengan wajah kedaerahan Aceh yang kental.