03 Maret 2014

Renungan



BELAJAR PADA BATU (1)

Berlajarlah pada batu!
Diamnya diam permata.
Sepinya sepi berjuta makna.
Ketika dipecah, dibelah,
tak merana.
Bahkan memberikan
Keseluruhan keluhuran budinya,
kilau-kilau cahaya,
yang jika dimaharkan
tak terhingga nilainya.

Diinspirasi dari hobi beberapa sahabat yang menyenangi batu.
# ruby, safir, jamrud, pirus, bacan, sungai dare, kalimaya, biduri laut, dll.
Nabi Muhammad  SAW pun memiliki cincin pirus dan cincin yang bertuliskan Muhammad Rasulullah.

Pondok Gede, Halim, 3 Maret 2014.
Pukul: 11:45 Wib.

Tidak ada komentar:

Lebih Jelas....Wajah Pemilik Site..

Lebih Jelas....Wajah Pemilik Site..
Menatap langit, menguak cakrawala, menyentuh cinta dengan sajadah jiwa

Boleh Dong Numpang Mejeng....

Boleh Dong Numpang  Mejeng....
Mencoba menatap masa depan sebisanya, sesapanya...

Mejeng lagi tuh...duh ampun...

Mejeng lagi tuh...duh ampun...
Ah....kayaknya cukup keren jugalah...

Gadis Aceh

Gadis Aceh
Aku mengenal gadis ini dengan nama Ayu. Nama lengkapnya belum tahu. Tapi menurutku namanaya kurang mencerminkan etnik Aceh, padahal wajahnya sangat pribumi (khas wajah-wajah gadis Aceh). Wajahnya mengingatkan aku pada sosok Tjut Nyak Dhien. Tapi tentu dalam bayanganku, adalah saat Tjut Nyak Dhien masih belia. Selain itu, aku juga jadi terbayang pada para pemeran wanita film Ayat-Ayat Cinta. Menurutku, Ayu sangat pas untuk memerankan salah satu tokoh gadis dalam film garapan Hanung Bramantyo itu. Aku punya saran, kalau nanti ada yang akan membesut film religi Islam, sebaiknya mengikutkan Ayu untuk jadi salah satu pemerannya. Kalau tidak ada, aku sendiri pun berniat untuk mengorbitkannya menjadi salah seorang seleberitis Indonesia dengan wajah kedaerahan Aceh yang kental.